Apakah Harus Di Lakukan Perayaan Aqiqah

Aqiqah oleh sebagian besar ulama fiqih dihukumi sunnah muakad terutama bagi sang penanggung nafkah anak. Aqiqah dilakukan sesuai kemampuan orangtua. Afdhalnya dilaksanakan di hari ketujuh, namun boleh juga dilaksanakan diluar hari ketujuh sesuai dengan kemampuan orangtua. Aqiqah sunnah untuk dilaksanakan umat muslim yang memiliki bayi baru lahir. Disembelihkan untuknya dua ekor kambing bila yang lahir bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan disembelihkan seekor kambing saja. Perayaan aqiqah afdhal dilaksanakan di hari ketujuh kelahirannya, dan saat itu di cukur rambut bayi serat diberi nama yang baik lalu bersedekah seberat timbangan rambut bayi. Aqiqah sangat dianjurkan, karena merupakan salah satu sunnah Rasulullah Saw sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan berupa kelahiran seorang anak. Aqiqah merupakan kurban seorang hamba untuk ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa senang dan gembira karena memperoleh nikmat berupa kelahiran seorang anak.

Apakah Harus Dilakukan Perayaan Aqiqah

Hukum melakukan perayaan aqiqah pada dasarnya adalah berbagi atau bersedekah kepada sesama melalui hewan sembelihan aqiqah baik yang masih mentah atau sudah matang. Bersedekah melalui aqiqah adalah seberat timbangan rambut bayi setara dengan perak. Bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, itu tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah, melainkan setara dengan perak. Untuk melaksanakan aqiqah biayanya tidak harus dari orang tua, walaupun anak itu memang menjadi tanggung jawab orang tua. Biaya melakukan aqiqah boleh berasal dari selain orang tua. Dalam melaksanakan aqiqah, kambing yang digunakan harus selamat dari cacat. Hadis-hadis yang menjelaskan bahwa anak laki-laki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing adalah hadis-hadis yang memiliki kelebihan (jika dibandingkan dengan hadis-hadis yang menjelaskan bahwa anak laki-laki diaqiqahkan dengan satu kambing).

Penyembelihan hewan aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahirannya dengan menghitung hari kelahirannya. Jadi, hewan Aqiqah disembelih pada hari keenam, jika hari kelahiran tidak dihitung. Apabila sang anak dilahirkan pada malam hari maka dihitung dari hari setelah malam kelahiran itu. Setelah penyembelihan hewan selesai, hendaknya kaum Muslimin waspada, jangan sampai melumuri kepala bayi dengan darah hewan Aqiqah, karena hal itu merupakan kebiasaan kaum Jahiliyah. Akan tetapi, hendaknya kepala bayi tersebut dilumuri dengan minyak za’faran. Disunnahkan memakan hewan aqiqah, boleh juga menghadiahkannya atau menyedekahkannya kepada orang lain.

Itulah tadi hukum dan juga cara melakukan perayaan aqiqah sebagaimana yang sering di adakan balqisaqiqah.com bekasi timur . Namun, yang perlu Anda ingat ketika melakukan perayaan tidak boleh berlebihan karena Allah sendiri tidak menyukai hal-hal yang berlebihan. Cukup lakukan sesuai dengan kemampuan Anda sendiri.