Harga Emas Mulai naik di Tahun 2018, Tertarik Untuk Berinvestasi ?

emas murni
emas murni

Emas berjangka meluncurkan reli di awal 2018 dan mencapai level tertinggi sejak akhir September. Penggerak kenaikan harga emas menyusul menguatnya harga paladium dan juga fluktuasi nilai tukar dolar AS.

Reuters, Rabu (1/3/2018), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi $ 1,315,11 per ounce setelah sebelumnya mencapai US $ 1.315,46 per ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 20 September 2017.

Harga emas terus meningkat di setiap sesi perdagangan sejak 15 Desember.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari berakhir di $ 1.316 per ounce.

Penggerak harga emas menguatkan salah satunya adalah kenaikan harga paladium akibat minimnya pasokan. Harga paladium melonjak 57 persen pada 2017 kemarin.

Sementara kenaikan harga emas lainnya adalah melemahnya dolar AS. Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam 3 bulan karena perlambatan suku bunga acuan Treasury AS.

“Emas mengumpulkan sebagai bagian dari dolar AS yang lemah,” kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di A.S. Bank Wealth Management, Seattle.

Bisa menyentuh US $ 1.500 per ounce

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kitco, perusahaan yang membeli dan menjual komoditas logam asal Kanada, harga emas akan terus meningkat di tahun 2018.

Survei online yang dilakukan oleh lebih dari 1.500 responden menyimpulkan bahwa sekitar 975 responden atau sekitar 64 persen memperkirakan harga emas di atas US $ 1.300 per ounce yang merupakan level penutupan di tahun 2017.

Mengutip kitco.com, Selasa (2/1/2018), ada 360 suara atau 24 persen menyatakan harga emas akan melebihi US $ 1.500 per ounce. Sedangkan 264 responden lainnya atau sekitar 17 persen melihat harga emas akan berada di kisaran US $ 1.400 per ounce menjadi US $ 1.499 per ounce.

Sementara itu, 351 responden atau 23 persen mengatakan harga emas akan berada di kisaran US $ 1.300 per ounce menjadi 1.1399 ounces hingga akhir 2018.

Beberapa alasan kenaikan harga emas tahun ini adalah kenaikan inflasi AS dan nilai tukar dolar AS diperkirakan akan terus meningkat.

Alasan lain, harga saham melonjak pada 2017 kemarin. Tingkat itu telah melampaui batas normal sehingga pasar saham bisa jatuh pada 2018.

Dengan penurunan pasar saham, orang akan mentransfer aset mereka ke logam mulia sebagai aset yang aman. Tentu saja, dengan langkah tersebut akan tercipta peningkatan permintaan dan kenaikan harga emas.

 

Baca Juga : Daftar Harga Emas Terbaru Januari 2018