Patahan-Patahan Dalam Hatiku

Setiap manusia tumbuh dari waktu ke waktu. Begitu pun aku, rasanya ada banyak sekali hal yang sudah kulewati membentukku menjadi seperti sekarang ini. Menjadi manusia dewasa, ada banyak yang berbeda. Yang kurasa bentuk hatiku pun tak sama dari waktu ke waktu, yang juga mengubah cara pandangku akan sesuatu.

Menurutku, tidak ada hati yang utuh yang dipunyai oleh seorang yang sudah melalui sistem tumbuh. Tiap-tiap orang dewasa membawa luka dalam hatinya. Tiap-tiap senyuman paling indah di muka, terlebih dulu juga sempat dihajar oleh semua perih serta resah. Mata paling menarik, terlebih dulu sempat mengurai berjuta air mata. Tidak ada yang tersisa dari lara karna hidup ini memanglah tidak cuma diisi bahagia.

Dari demikian beberapa hal yang melukaiku dalam kehidupan yang buat patahan-patahan di hati. Patah yang karena sebab berpisah adalah yang paling keras sekali. Sebenarnya saya tidak membenci perpisahan. Saya cuma tidak suka pada cara beberapa orang mendatangkan satu perpisahan. Bagaimana mungkin saja mereka tega menyebutkan berpisah tanpa ada mengerti juga akan ada hati yang patah?

” Ada berjuta argumen yang bisa di cari supaya dapat pergi, tapi tidak ada yang perduli kalau argumen seindah apapun tetaplah juga akan jadi belati. Menusuk-nusuk hati yang merasa rapuh sekali. ”

Perpisahan Memanglah Dapat Jadi Satu Jawaban, Tapi yang Seringkali Kutemukan Berpisah Cuma Karna Satu Ego yang Tidak Dapat Ditahan

Sesungguhnya perpisahan tidaklah hal yang butuh ditakuti. Ada saatnya perpisahan jadi jalan akhir untuk menjangkau jalan keluar. Tak ada yang salah dari berpisah, karna memanglah pertemuan serta perpisahan adalah hukum alam yang sama-sama berdampingan.

Cuma saja, saya tidak tahu : mengapa beberapa orang demikian gampang mengatakan perpisahan saat suatu hal masih tetap dapat diperbaiki? Masih tetap ada jalan yang lebih manusiawi tanpa ada butuh menggoreskan luka di hati.

Yang seringkali kutemukan, malah perpisahan gampang sekali terlontarkan. Ambil jalan untuk sendiri-sendiri ditetapkan dengan sesuka hati, tanpa ada perduli ada hati beda yang terlukai.

Baca Juga: Ucapan selamat pagi

“Ingin sekali saya ajukan pertanyaan, tak tahu pada siapa. Apakah benar semudah itu? Apakah hati serta perasaan itu cuma ada pada diriku? ”

yang Kutahu Perpisahan Adalah Hal yang Menyakitkan yang Sempat Jadikan Hatiku Beralih Serpihan

Perpisahan sempat begitu menyakitiku, hingga kurasa hatiku sudah hancur jadi seperti bulir-bulir saju. Kehilangan sempat membuatku jalan dengan kehampaan, terasa kalau tidak ada sekali lagi hati yang tersisa dalam diri. Perasaanku sudah menghilang terikut oleh seorang yang pergi meninggalkan.

Saya sudah belajar semuanya, hingga bebrapa perlahan membuatku mempunyai hati yang baru. Dengan bentuk yang tidak sama sekali lagi seperti dahulu. Benar-benar, saya tidak membenci perpisahan karna hal semacam ini. Cuma saja, saya lebih memberikan keyakinan diri kalau mengatakan perpisahan tidaklah satu hal yang dapat jadi seperti permainan.